10.04.2026

Profil Ketua Umum C.I.A ; Setiawan Wibisono S.Th

ook meja kantor web

Di tengah keragaman Indonesia yang luar biasa — ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, agama, dan adat istiadat — muncul kebutuhan akan sebuah “penjaga” yang tidak hanya melindungi, tapi juga secara aktif merajut keberagaman itu menjadi satu kekuatan nasional yang kokoh. Itulah esensi dari Custos Integritatis Archipelagi (C.I.A.), atau dalam bahasa Indonesia: Lembaga Penjaga Integritas Nusantara.

Lembaga ini bukanlah lembaga kekuasaan, bukan pula penegak hukum semata. Melainkan sebuah institusi intelektual-praktis yang berdedikasi untuk mempertahankan dan menyatukan berbagai kelompok budaya serta sosial dalam satu identitas nasional Republik Indonesia yang utuh. C.I.A. hadir sebagai mekanisme checks and balances yang rasional dan edukatif, mengawasi serta mengkritisi kebijakan pemerintah agar tetap setia pada cita-cita kemerdekaan, sekaligus memberikan solusi konkret atas permasalahan rakyat.

Kepemimpinan: Setiawan Wibisono

Di pucuk pimpinan Lembaga Penjaga Integritas Nusantara ini adalah Setiawan Wibisono, yang menjabat sebagai Ketua Umum. Lahir di Kase, Landak, Kalimantan Barat pada 16 September 1975, Setiawan Wibisono membawa semangat persatuan dari tanah Kalimantan yang kaya keragaman ke tengah dinamika nasional.

Alamat saat ini: Pondok Majapahit Blok J Nomor 24, RT.003/RW.007, Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567.

Latar Belakang Pendidikan

Setiawan Wibisono menempuh pendidikan tinggi dengan fokus pada ilmu teologi dan ekonomi, yang menjadi fondasi pemikirannya dalam menggabungkan nilai-nilai spiritual, moral, dan pembangunan ekonomi nasional:

  • S1 – Sekolah Tinggi Teologi GBII Syalom, Jakarta
  • S1 – Fakultas Ekonomi, Universitas Guna Darma

Kombinasi pendidikan teologi dan ekonomi membentuknya menjadi intelektual yang mampu melihat persoalan bangsa tidak hanya dari sisi material, tetapi juga dari dimensi nilai, etika, dan integritas.

Perjalanan Karir

Sebelum dan selain memimpin C.I.A., Setiawan Wibisono aktif di dunia pers dan media. Ia menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Media RI News, sebuah portal berita yang dikenal dengan pendekatan jurnalistik yang lugas, edukatif, dan berintegritas. Melalui media ini, ia secara konsisten menyuarakan isu-isu keadilan, persatuan, dan kritik konstruktif terhadap kebijakan publik.

Pada 18 Desember 2025, ia resmi memimpin pendirian C.I.A. sebagai Ketua Umum, bersama tim pendukung seperti Sekretaris Nandang Prihatin dan Bendahara atau pengurus lainnya. Lembaga ini lahir dari keprihatinan akan tantangan integritas nasional di era kontemporer.

Dedikasi Sosial dan Peran Intelektual

Sepanjang hidupnya, Setiawan Wibisono mencurahkan dedikasi pada kegiatan sosial. Ia aktif sebagai intelektual oposisi yang berfungsi sebagai penyeimbang kebijakan negara melalui mekanisme checks and balances. Perannya meliputi:

  • Mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah secara rasional dan edukatif, bukan destruktif.
  • Memastikan kebijakan negara tetap setia pada Pancasila, UUD 1945, serta cita-cita kemerdekaan.
  • Memberikan solusi konstruktif atas berbagai permasalahan rakyat, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.
  • Merajut keberagaman menjadi kekuatan persatuan nasional.

Visinya adalah menjadikan C.I.A. sebagai “penjaga diam” yang senantiasa waspada, intelektual dalam pendekatan, dan praktis dalam aksi — membantu bangsa Indonesia tetap utuh di tengah berbagai dinamika internal maupun eksternal.

Dengan latar belakang sebagai jurnalis, teolog, dan ekonom, Setiawan Wibisono membawa pendekatan holistik dalam memimpin Lembaga Penjaga Integritas Nusantara. Ia meyakini bahwa integritas sebuah bangsa bukan hanya soal hukum, melainkan juga soal hati nurani kolektif, pendidikan karakter, dan komitmen bersama menjaga persatuan dalam keberagaman.

Custos Integritatis Archipelagi (C.I.A.) di bawah kepemimpinannya siap menjadi bagian dari solusi bagi Indonesia yang lebih adil, bersatu, dan berintegritas tinggi. Sebuah lembaga yang lahir dari cinta tanah air dan dedikasi untuk merawat jiwa bangsa.

Pengurus Pusat C.I.A